Bandung - Setelah sebelumnya digelar di Medan dan Padang, seleksi Akademi Sepakbola Nasional digelar di Kota Cimahi, tepatnya di Lapangan Pusdikjas, Rabu (22/2/2012). Dari 41 pesepakbola muda kelahiran 2001 itu, terpilih 12 anak untuk mengikuti tahap selanjutnya sebelum masuk ke Akademi Sepakbola Nasional.
Proses seleksi dilakukan langsung Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Timo Scheuneuman. Di pinggir lapangan, ia memantau 41 pesepakbola muda yang mengikuti berbagai rangkaian seleksi. Sebelumnya, proses seleksi sudah dilakukan pada 200 anak lebih di tingkat Jabar hingga akhirnya mengerucut jadi 41 anak.
"Sebelumnya saya sudah lakukan seleksi seperti ini di Medan dan Padang, sekarang giliran di sini. Ini dilakukan untuk persiapan menuju Akademi Sepakbola Nusantara," ujar Timo.
Dijelaskannya, 12 anak tersebut nantinya akan kembali melewati tahapan seleksi dengan dipertandingkan dengan anak kelahiran tahun 2000 dalam waktu dekat. Sehingga dari jumlah 12 akan mengerucut jadi beberapa orang saja.
Sementara jumlah pemain yang akan lolos tersebut tidak ditentukan jumlahnya. Bisa saja 12 anak itu lolos semuanya atau sebagian.
"Nanti yang kita ambil (di seleksi selanjutnya) tergantung kebutuhan," ucap eks pelatih Persema Malang itu.
Yang penting, sambung Timo, saat ini dirinya punya database mengenai para pemain muda calon tulang punggung timnas di masa depan. Mereka yang tidak lolos dalam seleksi pun tetap masuk dalam database PSSI sebagai calon bibit unggul sepakbola nasional.
"Mereka masuk database kita. Yang penting, kita sudah memberikan semangat dan perhatian pada mereka melalui proses seleksi seperti ini," tutur Timo.
(ors/ern)http://bandung.detik.com/
Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Lakukan Seleksi - 12 Pemain Masuk Akademi Sepak Bola Nasional
CIMAHI,(GM)- Dari 41 pemain U-12 yang diseleksi untuk masuk Akademi Sepak Bola Nasional (timnas U-21 PSSI), hanya 12 orang yang lolos untuk mengikuti tahap berikutnya. Seleksi yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Pusdikjas Cimahi, Rabu (22/2). Seleksi langsung dilakukan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, Timo Scheuneuman.
Ke-12 pemaian yang lolos seleksi adalah Dudi Awaludin (striker), Beckham Putra (striker), Ekki R. (striker), Adirra Jamil (tengah), M. Ade Saputra (tengah), Akmal Laguna (tengah), Alerix Azis (tengah), M. Rizki Kurniawan (tengah), Fadli Budiman (Bek), Riza (bek), Farhan Nurdin (bek), M. Deden (bek).
Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, Timo Scheuneuman mengatakan, sebelum melakukan seleksi terhadap pemain U-12 yang berasal dari Jabar ini, pihaknya melakukan hal serupa di 2 kota, yaitu Medan dan Padang. Setelah dari Cimahi, seleksi akan dilakukan di kota lainnya seperti Balikpapan, Manokwari, dan Makassar.
"Sebelumnya kita lakukan seleksi di Medan dan Padang, sekarang giliran di sini (Cimahi, red). Ini dilakukan untuk persiapan menuju Akademi Sepak Bola Nasional," ujarnya.
Menurut Timo, 41 pemain bola U-21 yang kini mengikuti seleksi merupakan hasil seleksi sebelumnya yang mencapai 200 pemain. Namun setelah dilakukan seleksi, 41 orang mengikuti seleksi lebih lanjut. "Dari 41 orang ini sekarang kita seleksi lagi jadi 12 anak untuk mengikuti tahap selanjutnya sebelum masuk ke Akademi Sepakbola Nasional," katanya.
Dikatakan Timo, ke- 12 anak hasil seleksi ini akan kembali melewati tahapan seleksi dengan dipertandingkan dengan anak kelahiran tahun 2000. Tidak menutup kemungkinan, hasil seleksi nanti jumlahnya akan kembali berkurang. "Untuk jumlah pemain yang akan lolos dalam seleksi selanjutnya belum bisa ditentukan karena tergantung kebutuhan," ujarnya.
Dijelaskan Timo, dalam seleksi ini banyak kriteria yang dilihat, di antaranya kecepatan tanpa dengan bola dan teknik. "Kalau tinggi badan hanya untuk menentukan beberapa posisi saja, misalnya kiper," tambahnya.
Menurutnya, meski sekarang tidak lolos seleksi, namun bukan berarti pemain tersebut tidak ada kesempatan ke timnas. Sebab mereka yang ikut seleksi langsung masuk database sebagai pemain muda calon tulang punggung timnas di masa depan.
"Mereka yang tidak lolos dalam seleksi pun tetap masuk dalam database PSSI sebagai calon bibit unggul sepak bola nasional," katanya.
(B.97)**http://www.klik-galamedia.com/
Proses seleksi dilakukan langsung Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Timo Scheuneuman. Di pinggir lapangan, ia memantau 41 pesepakbola muda yang mengikuti berbagai rangkaian seleksi. Sebelumnya, proses seleksi sudah dilakukan pada 200 anak lebih di tingkat Jabar hingga akhirnya mengerucut jadi 41 anak.
"Sebelumnya saya sudah lakukan seleksi seperti ini di Medan dan Padang, sekarang giliran di sini. Ini dilakukan untuk persiapan menuju Akademi Sepakbola Nusantara," ujar Timo.
Dijelaskannya, 12 anak tersebut nantinya akan kembali melewati tahapan seleksi dengan dipertandingkan dengan anak kelahiran tahun 2000 dalam waktu dekat. Sehingga dari jumlah 12 akan mengerucut jadi beberapa orang saja.
Sementara jumlah pemain yang akan lolos tersebut tidak ditentukan jumlahnya. Bisa saja 12 anak itu lolos semuanya atau sebagian.
"Nanti yang kita ambil (di seleksi selanjutnya) tergantung kebutuhan," ucap eks pelatih Persema Malang itu.
Yang penting, sambung Timo, saat ini dirinya punya database mengenai para pemain muda calon tulang punggung timnas di masa depan. Mereka yang tidak lolos dalam seleksi pun tetap masuk dalam database PSSI sebagai calon bibit unggul sepakbola nasional.
"Mereka masuk database kita. Yang penting, kita sudah memberikan semangat dan perhatian pada mereka melalui proses seleksi seperti ini," tutur Timo.
(ors/ern)http://bandung.detik.com/
Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Lakukan Seleksi - 12 Pemain Masuk Akademi Sepak Bola Nasional
CIMAHI,(GM)- Dari 41 pemain U-12 yang diseleksi untuk masuk Akademi Sepak Bola Nasional (timnas U-21 PSSI), hanya 12 orang yang lolos untuk mengikuti tahap berikutnya. Seleksi yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Pusdikjas Cimahi, Rabu (22/2). Seleksi langsung dilakukan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, Timo Scheuneuman.
Ke-12 pemaian yang lolos seleksi adalah Dudi Awaludin (striker), Beckham Putra (striker), Ekki R. (striker), Adirra Jamil (tengah), M. Ade Saputra (tengah), Akmal Laguna (tengah), Alerix Azis (tengah), M. Rizki Kurniawan (tengah), Fadli Budiman (Bek), Riza (bek), Farhan Nurdin (bek), M. Deden (bek).
Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, Timo Scheuneuman mengatakan, sebelum melakukan seleksi terhadap pemain U-12 yang berasal dari Jabar ini, pihaknya melakukan hal serupa di 2 kota, yaitu Medan dan Padang. Setelah dari Cimahi, seleksi akan dilakukan di kota lainnya seperti Balikpapan, Manokwari, dan Makassar.
"Sebelumnya kita lakukan seleksi di Medan dan Padang, sekarang giliran di sini (Cimahi, red). Ini dilakukan untuk persiapan menuju Akademi Sepak Bola Nasional," ujarnya.
Menurut Timo, 41 pemain bola U-21 yang kini mengikuti seleksi merupakan hasil seleksi sebelumnya yang mencapai 200 pemain. Namun setelah dilakukan seleksi, 41 orang mengikuti seleksi lebih lanjut. "Dari 41 orang ini sekarang kita seleksi lagi jadi 12 anak untuk mengikuti tahap selanjutnya sebelum masuk ke Akademi Sepakbola Nasional," katanya.
Dikatakan Timo, ke- 12 anak hasil seleksi ini akan kembali melewati tahapan seleksi dengan dipertandingkan dengan anak kelahiran tahun 2000. Tidak menutup kemungkinan, hasil seleksi nanti jumlahnya akan kembali berkurang. "Untuk jumlah pemain yang akan lolos dalam seleksi selanjutnya belum bisa ditentukan karena tergantung kebutuhan," ujarnya.
Dijelaskan Timo, dalam seleksi ini banyak kriteria yang dilihat, di antaranya kecepatan tanpa dengan bola dan teknik. "Kalau tinggi badan hanya untuk menentukan beberapa posisi saja, misalnya kiper," tambahnya.
Menurutnya, meski sekarang tidak lolos seleksi, namun bukan berarti pemain tersebut tidak ada kesempatan ke timnas. Sebab mereka yang ikut seleksi langsung masuk database sebagai pemain muda calon tulang punggung timnas di masa depan.
"Mereka yang tidak lolos dalam seleksi pun tetap masuk dalam database PSSI sebagai calon bibit unggul sepak bola nasional," katanya.
(B.97)**http://www.klik-galamedia.com/
10:16 PM | 0
comments | Read More









